Pernah dengar istilah “lambung adalah otak kedua”? Ini bukan sekadar perumpamaan, lho. Ungkapan ini merujuk pada sistem saraf enterik (ENS), jaringan saraf yang berada di saluran pencernaan. ENS ini punya lebih dari 100 juta sel saraf dan bisa bekerja secara independen dari otak utama kita. Karena kompleksitasnya, lambung ternyata punya peran besar dalam menjaga keseimbangan tubuh, nggak cuma soal mencerna makanan.
Makanya, menjaga kesehatan pencernaan — terutama lambung — jadi hal yang penting banget. Sayangnya, kebiasaan makan yang nggak teratur, stres berlebihan, merokok, minum alkohol, sampai kurang gerak bisa memicu berbagai masalah lambung. Salah satunya yang cukup sering terjadi tapi sering disepelekan adalah GERD.
Apa Itu GERD dan Kenapa Harus Diperhatikan?
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi kronis di mana asam lambung atau isi lambung naik terus-menerus ke kerongkongan. Asam yang naik ini bisa mengiritasi dinding kerongkongan dan menyebabkan rasa terbakar di dada, atau yang dikenal dengan istilah heartburn.
Masalahnya, GERD bukan cuma bikin nggak nyaman. Kalau dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini bisa mengganggu kualitas hidup — mulai dari tidur yang nggak nyenyak, aktivitas harian terganggu, sampai stres karena rasa nggak nyaman yang terus muncul.
GERD bisa muncul karena banyak faktor. Ini beberapa penyebab umumnya:
Otot Sfingter Esofagus Bawah Melemah
Sfingter ini adalah otot berbentuk cincin di bagian bawah kerongkongan yang bertugas membuka dan menutup jalur makanan ke lambung. Kalau otot ini melemah, asam lambung bisa balik naik. Kondisi ini bisa disebabkan oleh:
- Makan dalam porsi besar dan cepat
- Kegemukan
- Kehamilan
- Hernia hiatus
- Alkohol dan rokok
- Obat-obatan tertentu (antidepresan, antihistamin, obat darah tinggi)
Gaya Hidup yang Kurang Sehat
Makanan tinggi lemak, pedas, gorengan, cokelat, kopi — semuanya bisa memperburuk kondisi GERD. Apalagi kalau kamu suka makan malam lalu langsung rebahan. Kurangnya aktivitas fisik dan merokok juga memperburuk fungsi lambung.
Faktor Psikologis
Stres ternyata bisa bikin produksi asam lambung meningkat dan bikin gejala GERD makin parah.
Kondisi Medis Tertentu
Beberapa kondisi seperti diabetes, gastroparesis, atau skleroderma juga bisa memicu GERD.
Kenali Gejala GERD Sejak Dini
Beberapa gejala umum yang sering muncul
- Rasa panas di dada (heartburn)
- Rasa asam atau pahit di mulut
- Mual, kembung, sering sendawa
- Batuk kering di pagi hari, suara serak
- Sulit menelan atau rasa nggak nyaman di tenggorokan
- Bau mulut yang nggak hilang-hilang
Cara Mengatasi GERD: dari Gaya Hidup hingga Medis
Langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi GERD adalah dengan mengubah gaya hidup seperti:
- Makan sedikit tapi sering
- Hindari makan 2–3 jam sebelum tidur
- Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi
- Hindari makanan tinggi lemak, asam, dan pedas
- Stop merokok dan alkohol
- Turunkan berat badan jika perlu
- Kelola stres (yoga, meditasi, jalan santai)
Untuk pengobatan, kamu bisa coba konsumsi obat-obatan seperti:
- Antasida: netralisir asam cepat
- H2 blockers: kurangi produksi asam
- PPI (Proton Pump Inhibitor): menghambat produksi asam lebih kuat dan lama
Tapi, jika GERD terasa sudah terlalu parah, kamu bisa coba mengambil jalur tindakan medis seperti untuk meningkatkan kekuatan otot LES dengan menggunakan prosedur Fundoplikasi Nissen.
Reference:
-
Mayo Clinic. "GERD - Symptoms and Causes." https://www.mayoclinic.org
-
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. "Acid Reflux (GER & GERD) in Adults." https://www.niddk.nih.gov



