OUR BLOG

bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

Osteoartritis (OA) Tidak Mengenal Usia, Kenali Gejalanya

Osteoartritis (OA) Tidak Mengenal Usia, Kenali Gejalanya

Menurut Osteoarthritis Foundation, osteoartritis (OA) adalah penyakit degeneratif yang memengaruhi berbagai jaringan sendi. Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa OA merupakan jenis artritis paling umum, yang berdampak pada lebih dari 32,5 juta orang dewasa di Amerika Serikat.

Di Indonesia, menurut Dr. Reggy Trialetta Injo, SpKFR, seorang Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik dari Klinik Flex Free, OA merupakan tipe artritis yang paling banyak terjadi. Setiap tahun, ada sekitar 240 kasus OA lutut per 100.000 penduduk.

OA, yang dahulu dianggap sebagai “penyakit keausan” terkait penuaan, kini diketahui melibatkan seluruh komponen sendi, termasuk tulang, tulang rawan, ligamen, jaringan lemak, dan lapisan sinovium. OA dapat merusak tulang rawan, mengubah bentuk tulang, serta memicu peradangan yang menyebabkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak. Penyakit ini bisa menyerang berbagai sendi, tetapi paling sering terjadi pada tangan, lutut, pinggul, punggung bawah, dan leher.

Prevalensi dan Risiko

Di Indonesia, prevalensi OA lutut mencapai 15,5% pada pria dan 12,7% pada wanita. Walaupun gejala OA lebih sering muncul pada individu berusia di atas 50 tahun, kondisi ini juga dapat terjadi pada orang yang lebih muda, terutama mereka yang pernah mengalami cedera sendi seperti robekan ACL atau meniskus.

OA tidak berkembang secara tiba-tiba, melainkan perlahan. Namun, setelah cedera sendi, OA dapat berkembang lebih cepat, dalam hitungan tahun. Penting untuk dicatat bahwa OA bukanlah konsekuensi yang tak terhindarkan dari penuaan.

Jaga Berat Badan Ideal

Berat badan yang sehat dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui cara mencapai berat badan ideal melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik.

Faktor Risiko OA

Penyebab OA belum sepenuhnya dipahami, tetapi beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya meliputi:

  • Penuaan: Tulang rawan kehilangan elastisitas seiring bertambahnya usia.
  • Genetik: Riwayat keluarga dengan OA meningkatkan risiko.
  • Cedera Sendi: Kerusakan akibat aktivitas fisik atau kecelakaan.
  • Kelebihan Berat Badan: Beban ekstra pada sendi mempercepat kerusakan tulang rawan.
  • Aktivitas Fisik Berlebihan: Gerakan repetitif dapat meningkatkan risiko pada sendi tertentu.

Gejala OA

Gejala OA bervariasi, tetapi umumnya meliputi:

  • Nyeri Sendi: Terasa sebagai nyeri tumpul atau kaku.
  • Kekakuan Sendi: Terasa terutama setelah istirahat.
  • Pembengkakan: Sendi tampak bengkak atau terasa nyeri saat disentuh.
  • Gangguan Gerakan: Terbatasnya kemampuan gerak pada sendi yang terkena.

Pencegahan dan Pengelolaan OA

Meskipun tidak ada obat untuk OA, langkah-langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko dan mengelola gejala:

  • Menjaga Berat Badan Ideal: Mengurangi beban pada sendi.
  • Aktif Secara Fisik: Olahraga ringan seperti latihan kekuatan, fleksibilitas, dan aerobik dapat menjaga kesehatan sendi.
  • Pemanasan dan Pendinginan: Penting untuk dilakukan sebelum dan sesudah aktivitas fisik intens.
  • Menghindari Cedera Sendi: Gunakan alat pelindung saat berolahraga.
  • Pola Makan Sehat: Konsumsi makanan kaya vitamin D, kalsium, dan omega-3.

Langkah Pencegahan pada Usia Muda

Menurut The Indonesian Physiotherapy Association, langkah-langkah berikut dapat mencegah OA pada usia muda:

  • Berolahraga teratur dengan jenis yang sesuai kondisi tubuh.
  • Mengatur berat badan agar tetap ideal.
  • Konsumsi nutrisi yang mendukung kesehatan sendi.
  • Istirahat yang cukup untuk pemulihan sendi.
  • Hindari posisi tubuh yang memberikan tekanan berlebihan pada sendi.
  • Dengan memahami penyebab, gejala, dan langkah pencegahannya, kita dapat lebih siap untuk menjaga kesehatan sendi dan meningkatkan kualitas hidup.

 

Reference:

Mayo Clinic. (2021). Osteoarthritis. Diakses pada 2024.
Arthritis Foundation. (n.d.). Osteoarthritis. Diakses pada 2024.
Idn Times. Osteoarthritis. Diakses pada 2024
Perhimpunan Rheumatologi Indonesia. Diakses pada 2024
Ayosehat Kemeenkes. Diakses pada 2024
Ikatan Fisioterapi Indonesia. Diakses pada 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *